Laporan Pemantauan Banjir Lahar Dingin 28 November 2011 Dusun Karangasem, Desa Blongkeng, Ngluwar Magelang

Laporan Pemantauan Banjir Lahar Dingin 28 November 2011
Dusun Karangasem, Desa Blongkeng, Ngluwar Magelang

Banjir lahar dingin yang terjadi sore sekitar pukul 16.00 WIB mengakibatkan 4 rumah di dusun Karangasem hilang dan rusak karena terkena longsoran akibat arus sungai Kali Putih. Warga sudah dievakuasi lebih dulu ke Balai Desa Blongkeng. Sementara evakuasi terhadap barang-barang dilakukan hingga Magrib.
Empat rumah yang hanyut tersebut adalah milik Pak Kairoji, dengan jumlah anggota keluarga 5 orang, Trimanto, dengan angota keluarga 3 orang, Saifudin dengan anggota keluarga 5 orang, dan Suwito dengan anggota keluarga 5 orang. Keseluruhan jumlah penyintas yang dievakuasi di Balai Desa Blongkeng adalah 21 KK, terdiri dari 34 laki-laki, 33 perempuan, 6 balita, dan 9 lansia.
Tidak hanya dusun Karangasem yang terdampak longsor, dusun Blongkeng yang terletak diseberang sungai juga terancam longsor, sehingga ada 1 KK yang dievakuasi.
Berdasarkan informasi dari perangkat desa, penyintas tersebut membutuhkan pampers, air mineral, sembako, selimut, makanan pokok siap saji, pakaian pantas pakai dan peralatan mandi. Pada malam harinya, relawan mengkondisikan pembuatan dapur umum sehingga penyintas terpenuhi kebutuhan makan malam meskipun hanya dengan mi instant. Beberapa pihak datang membawa bantuan, seperti GURUH – Radio komunitas Merapi di Magelang, membawa mi instant dan air mineral, dinas sosial membawa selimut.  
Kondisi di dusun gelap gulita karena tiang listrik roboh, sehingga tidak ada penerangan. Kecuali di Balai Desa yang memiliki fasilitas genset. Untuk itu YEU membawa peralatan kesiap-siagaan yang terdiri dari jas hujan, baterai, lampu emergency, dan sepatu boots. 
Beberapa orang mengalami luka robek dan memar karena lari menyelamatkan diri dari longsor. Pelayanan kesehatan dilakukan oleh bidan desa Blongkeng dengan alat P3K yang telah di distribusikan sebelumnya oleh YEU.  Tidak hanya distribusi peralatan P3K, YEU juga memfasilitasi Pelatihan Psychosocial First Aid dan Penanganan Penderita Gawat Darurat agar masyarakat mampu memberikan  tindakan penyelamatan sebelum ada bantuan medis dari pihal luar.
Terlihat masyarakat sudah siap dalam menghadapi banjir lahar dingin ini dan dapat mengevakuasi diri dengan tenang di bantu dengan pihak-pihak terkait lainnya, salah satu factor pendukungnya adalah desa telah menyusun rencana kontinjensi untuk menghadapi banjir lahar dingin.
 Basarnas, Kesbanglinmas dan BPBD Kabupaten Magelang, pihak kepolisian, PMI, Dinas Sosial maupun relawan dari radio komunitas seperti KSB (Komunitas Sirahan Bangkit), GURUH, dan Brigana (Kelompok Siaga Bencana desa Blongkeng) dan GP Ansor turun ke dusun Karangasem untuk membantu proses evakuasi. Dari pemantauan kami ini terlihat Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang sudah lebih siap siaga menghadapi banjir lahar dingin ini dan mereka tidak lagi menjadi panik tetapi malah semakin saling bahu-membahu untuk melakukan pertolongan diri [didik riyanto, chabib, susi].


(download)